Petunjuk Praktis Penggemukan Sapi

image

TEKNIK PEMELIHARAAN

Untuk memperoleh hasil yang optimal petani ternak dapat  mengelola usahanya dapat menerapkan Sapta Usaha ternak potong yaitu :

1.      Penggunaan bibit yang baik

2.      Pemberian pakan

3.      Pengendalian penyakit

4.      Perkandangan

5.      Pengelolaan reproduksi

6.      Penanganan pasca panen

7.      Manajemen usaha tani.

1.        Penggunaan Bibit yang Baik

Cirri-ciri ternak potong yang baik :

-          Ternak sehat dan tidak cacat.

-          Tidak mengidap penyakit kronis.

-          Karakter tenang

-          Mempunyai alat kelamin yang baik.

-          Bentuk badan kompak.

2.        Pemberian Pakan

Pemberian pakan pada ternak dimaksudkan adalah untuk memenuhi kebutuhan hidup pokok, pertumbuhan, produksi dan tenaga kerja.

Setiap ekor sapi membutuhkan hijauan untuk memenuhi kebutuhan hidup pokok. Bila ternak sedang dalam pertumbuhan atau yang untuk digemukan diperlukan tambahan makanan kosentrat, juga pakan yang diberikan harus memenuhi kebutuhan zat-zat lain yang dibutuhkan yang meliputi bahan kering, protein dan energy. Pakan yang diberikan merupakan hijauan dan konsentrat.

Jenis makanan yang diberikan kepada ternak berupa hijauan yang merupakan makanan utamanya minimal 10% dari berat badan. Jenis hijauan yang dimaksudkan antara lain berasal dari rumput-rumputan, kacang-kacangan dan limbah pertanian. Sedang kosentrat yang termasuk antara lain dedak/ bekatul, bungkil kelapa, kacang tanah, mineral dan garam.

Kebutuhan untuk satu ekor sapi, kita misalkan berat badan 150 kg.

Kebutuhan hijauan       : 10% x 150 kg    = 15 kg

Kebutuhan kosentrat     : 2 % x 150 kg     = 3 kg

Kosentrat terdiri dari dedak 1,5 kg ditambah dengan ampas tahu 1,5 kg (1 karung plastic untuk 4 ekor).

3.        Pengendalian Penyakit

Pemeliharaan kesehatan merupakan hal yang penting diperhatika dalam usaha ternak potong. Untuk itu perlu dilakukan pemeriksaan kesehatan terhadap ternak bakalan yang telah dipilih dan sebaiknya dilakukan vaksinasi sekali setahun. Tindakan pengendalian penyakit yang dianjurkan adalah dengan memisahkan ternak yang terserang penyakit atau yang sakit untuk mencegah penularannya dan setelah itu segera laporkan kepada Petugas Dinas Peternakan dalam waktu 24 jam.

4.        Perkandangan

Kandang mempunyai arti yang sangat penting diperhatikan untuk menghindari pengaruh lingkungan yang kurang menguntungkan. Dengan adanya kandang yang baik maka pengawasan terhadap penyakit dapat dilakukan dengan lebih teliti, disamping itu penggunaan makanan dapat lebih efisien.

Hal yang perlu diperhatikan dalam pembuatan kandang adalah :

-          Jarak rumah minimal 5 m.

-          Bahan terbuat dari bamboo, kayu atau bahan lain yang mudah didapat dan murah harganya.

-          Lantai sebaiknya disemen, atau minimal tanahnya didapatkan dan harus tinggi dari tanah sekitarnya.

-          Kandang dengan sistem terbuka, tersedia tempat penampungan kotoran.

Ukuran kandang untuk ternak yang dewasa 2 x 1,5 m atau 2 x 1 m/ekor. Untuk anak sapi 2 x 1.25 m atau 2 x 1 m. peralatan kandang yang harus disiapkan adalah :

-          Tempat makan dan minum

-          Alat pembersih kandang

5.        Pengelolaan Reproduksi

Sejak ternak lahir, pertumbuhan alat-alat kelamin berjalan sangat lambat, namun perkembangan akan menjadi cepat setelah dewasa kelamin. Dan alat-alat kelamin ini segera berfungsi secara aktif.

Perkawinan yang baik dapat dilakukan pada saat :

-          Bilamana masa birahi mulai sebelum jam 9 pagi, perkawinan dilakukan pada siang hari sesudah jam 12.

-          Bila mulai birahi antara jam 9 sampai jam 12 siang dikawinkan pada sore hari jam 5.

-          Bila birahi mulai Nampak, dikawinkan besok paginya.

-          Kalau ternak masih memperlihatkan tanda-tanda birahi, maka kawinkan lagi.

Sistim Perkawinan :

-          Secara alami, dimana seekor ternak betina yang birahi dikawinkan langsung dengan seekor pejantan.

-          Dengan inseminasi buatan (kawin suntik) maksudnya bila ternak anda birahi maka laporkan segera kepada Petugas (Inseminator) yang ada di kantor Dinas Peternakan.

 

6.        Penanganan Pasca Panen dan Pemasaran

Keberhasilan suatu usaha peternakan baru dapat dikatakan sempurna apabila produksi peternakan tersebut telah dapat dipasarkan.

Menurut pengalaman sapi kreman menghasilkan daging yang berkualitas baik adalah yang berumur antara 2.5 – 3.5 tahun, sedangkan ternak yang lebih tua hanya akan diperoleh lemak yang banyak. Oleh sebab itu sebaiknya pemeliharaan dilakukan selama 6 – 8 bulan, agar dapat daging yang mepuk dan tidak mengandung lemak yang banyak serta mempunyai aroma yang sedap.

Jenis daging seperti inilah yang paling digemari oleh para konsumen dan harganya pun tentu lebih mahal.

7.        Manajemen Usaha Tani

Manajemen atau pengelolaan atau penatalaksanaan adalah unsur produksi dalam  usaha tani. Berbeda dengan unsure produksi lainnya yang mempunyai wujud nyata, manajemen tidak mempunyai wujud nyata tetapi dalam kegiatannya sering kali dijadikan tolok ukur keberhasilan usaha yang dilakukan oleh seorang manager.

Hal ini dapat dimaklumi karena pendapatan merupakan manifestasi dari kemampuan petani dalam fungsi sebagai manager usaha tani.

 

Mon, 22 Mar 2010 @14:58


Tulis Komentar

Nama

E-mail (tidak dipublikasikan)

URL

Komentar

Kode Rahasia
Masukkan hasil penjumlahan dari 8+3+0

Ngaskus Gan
Sesuka Saya ^_^
image

1m3LL

Komentar Terbaru
Arsip

Copyright © 2014 1m3LL · All Rights Reserved sitekno